PELAKSANAAN PEMILU PILPRES, BOIKOT & SIMULASI REFERENDUM SECARA NASIONAL OLEH BANGSA PAPUA BARAT, 9 JULI 2014


Adalah laporan rangkuman rentetan Penyesalan, pengamatan, kekecewaan para penyelenggara pesta demokrasi bagi Indonesia dan penolakan memilih, dukungan fakta tentang Referendum yang didukung oleh pembicara atau media dari pihak Indonesia maupun pro-Papua Merdeka teranggum dalam laporan ini.
 
 Oleh: Ericson Suhun
West Papua Independence Activist Of South Yally
=============================================

99% Rakyat Papua Boikot Pilpres Indonesia 09 Juli 2014.

Laporan rangkuman Boikot pemilihan umum Indonesia di tanah Papua (Sorong-Merauke) di buat agar semua pihak dapat mengetahui dan memahami apa yang terjadi sebenarnya di saat pemilihan president indonesia sedang berlangsung serta maksud Rakyat Papua. Mengapa rakyat bangsa Papua Barat tidak memilih alias golongan puti (golput), dalam pilpres pada 09 juli 2014. Banyak saksi mulai dari KPU, KPPS, PPD, panwas, Walikota, Bupati dan sebagainya menyebut Partisipasi Pemilih Pilpres di Papua Menurun Dratis.

Animo Masyarakat Dalam Pilpres Menurun, Karena:

Partisipasi pemilih pilpres turun dratis kurangnya sosialisai oleh KPU dalam pilres. Benhur Tommy Mano, walikota jayapura

Ada beberapa kendala terkait menurunnya antusisme warga dalam pilpres. Pdt. Sandrak Jikwa, Ketua TPS 09 kampung Sereh.

 Partisipasi Pemilih Pilpres Turun Akibat Kurang Sosialisasi. Yunus Wonda, Ketua I DPR-Papua

Pelaksanaan Pilpres di Yahukimo batal, lantaran cuaca hujan yang tidak mendukung. Komisioner KPU Arief Budiman.

Partisipasi Masyarakat Jayawijaya Ikut Pilpres Menurun. Wempi Wetipo, Bupati Jayawijaya

 Minimnya pastisifasi masyarakat kota Jayapura dalam penyaluran hak politik pada pipres 9 juli 2014 yang lalu hingga besaran 40 persen, disebabkan beberapa factor; pertama, seperti piala dunia, kemudian factor lain seperti yang diketahui bersama yaitu selebaran yang ditempel di beberapa tempat yaitu memboikot pilpres. Yusuf Sraun, Komisioner Pelaksana Teknis Pemilu KPU Kota Jayapura

Apakah Benar, Pelaksanaan pemilihan Umum presiden Indonesia gagal di laksanakan di Yahukimo, lantaran cuaca hujan yang tidak mendukung? Pastisipasi Masyarakat Papua dalam pilpres Indonesia menurun karena kurang sosialisasi oleh KPU? Para pemilih sepi di TPS-TPS karena tidak menerima undangan?

Untuk menjawab beberapa pertanyaan tersebut di atas, silakan simak Pesan Buchtar Tabuni Tentang Boikot PILPRES Indonesia, di Papua Barat.

“Saudara Gubernur Papua dan Gubernur Papua Barat. Saudara Pangdam VII Cenderawasih, Saudara Kapolda Papua. Saya perlu menyatakan kepada anda sekalian bahwa, 99% pilpres di seluruh tanah papua gagal bukan karena alasan KPU tidak melakukan sosialisasi tentang pilpres.

Bukan karena terlambat mengantar kotak suara akibat cuaca buruk, bukan karena pemilih tidak mendapat surat undangan namun yang benar adalah dalam sidang tahunan Parlemen Nasional West Papua (PNWP) pada 3-5 April 2014 di Portnumbay, West Papua memutuskan untuk Boikot Pilres Secara damai di wilayah Teritori West Papua. Dan sejak keputusan sidang ini dikeluarkan langsung di sosialisasikan oleh yang terhormat koordinator diplomat OPM di luar negeri,Tuan. Benny Wenda dan kawan-kawannya kepada komunitas masyarakat internasional dan Yang Terhormat pengurus KNPB Pusat dan Wilayah di seluruh tanah papua kepada rakyat papua.

Untuk melakukan boikot pilpres dan menuntut REFERENDUM, berdasarkan beberapa alasan mendasar dalam pernyatan PNWP yang termuat dalam lin ini dan silahkan saudara gubernur papua dan papua barat, saudara pangdam, saudara Kapolda silahkan membaca pernyataannya disini: http://knpbnews.com/?p=4646

Untuk mendukung pernyataan Ketua Parlemen Nasional West Papua, (PNWP) Buctar Tabuni, tersebut, berikut laporan pemilihan umum presiden Indonesia pada 09 Juli 2014 secara nasional teritorial West Papua.

Partisipasi pemilih (Rakyat Bangsa Papua) menurun. Penurunan Itu Terkait Isu Politik Papua (Papua Merdeka). Sebenarnya warga ada dalam rumah mereka masing-masaing tetapi mereka tidak mau memberikan hak suara mereka dalam pilpres ini. Saya menduga, mereka tak ingin terlibat dalam pesta demokrasi Indonesia karena mereka menilai mereka bukan bagian dari Indonesia. Jelas Wendanak di sentani, 09 Juli 2014. Sumber tabloidjubi.com/2014/07/09

Ketua PNWP, Buctar Tabuni : 99% pilpres di seluruh tanah Papua gagal. Benarkah 99% pilpres di seluruh tanah Papua gagal? Untuk menjawab pertanyaan ini kami sedang membawa pikiran dan focus anda lebih kepada seluruh province dan kabupaten/kota Indonesia yang ada di atas tanah Orang Papua. Kami sedang mulai dari jayapura, jayawijaya dsb. Silakan simak dan pikiran anda jangan terbawa oleh pemberitaan media Indonesia. Focus anda adalah lebih kepada pengamatan anda sendiri dan pada laporan kami, agar anda jangan terbawa atau dimakan issue penjajah yang sedang menjajah kami.

PROVINSI PAPUA, KOTA JAYAPURA DAN KABUPATEN JAYAPURA:
tommy mBenhur Tommy Mano, Walikota Jayapura: Partisipasi Pemilih Pilpres di Jayapura Menurun Drastis. Pemerintah Kota Jayapura, Papua mengatakan, partisipasi pemilih dalam Pilpres 2014 sangat menurun dibandingkan dengan Pileg 09 April 2014 lalu.

Walikota Jayapura, Benhur Tommy Mano menyebutkan, salah satunya dikarenakan kurangnya sosialisasi Komisi Pemilihan Umum (KPU) dalam Pilpres. Kemudian banyak warga juga tidak mendapatkan undangan.

Pdt. Robert Horik : Hampir sebagian besar warga Papua tidak mendapatkan undangan pencoblosan. Lebih jelas click disini: http://majalahselangkah.com/content/-partisipasi-pemilih-pilpres-di-jayapura-menurun-drastis/http:/ dan /indonesia-baru.liputan6.com/read/2075511/partisipasi-pemilih-pilpres-di-jayapura-turun

KNPB PUSAT:Pemilihan Presiden Di Jayapura TPS Sepi Dari Pemilih
jbPemilihan presiden Rebuplik Indonesia di papua 90 % masyarakat papua golput atau menolak ikut pilpres pada tanggal 09 Juli 2014.  Pantauan KNPB pusat di Jayapura sejak pagi pukul 08.00 –14.00 WPB semua TPS sepi dari pemilih yang ikut memilih hanya orang-orang Non papua atau pendatang yang ikut memilih. Pantauan KNPB pusat sesuai dengan wilayah kerja KNPB pusat meliputi Distrik Heram, kelurahan yabansai, distrik Abepura, Pasar Yotefa, Kota raja dalam, Kota Raja Luar, Abe Pantai Perumnas 3, Waena dan expo serta yoka semua TPS sepi dari pemilih. Orang Papua kebanyakan berdiam diri di rumah Masing –masin ada yang melakukan aktifitas masing –masing seperti biasanya.
Sumber : http://suarakolaitaga.blogspot.com/2014/07/pemilihan-presiden-di-jayapura-tps-sepi.html
 

knKNPB Membakar 4.952 Surat Undangan Pemilih dan 500 Kertas Suara Pilpres 2014. Komite Nasional Papua Barat (KNPB), Wilayah Jayapura dan Sentani mengatakan, pihaknya telah membakar 4.952 Surat Undangan Pemilih atau Surat C6 dan 500 lembar Kertas Suara pada saat hari pencoblosan Pemilu Presiden 2014, Rabu (09/07/14) kemarin.

Juru Bicara KNPB, Basoka Logo membenarkan, KNPB telah membakar 4.952 Surat Undangan Pemilih  atau Surat C6 dan 500 lembar Kertas Suara. “Ini adalah sebagian surat suara yang langsung diserahkan oleh masyarakat kepada KNPB. Sumber: majalahselangkah.com (10/07/14). Dijelaskan, ratusan ribu rakyat Papua lainnya memilih tinggal di rumah.

“Semua orang telah melihat bahwa TPS-TPS kosong. Mereka yang datang adalah warga migrant NKRI dan bukan rakyat bangsa Papua.

Surat C6 diketahui penting bagi pemegang hak memilih untuk memperoleh surat suara sebelum melakukan pencoblosan di TPS. “Selain ada yang karena ditolak petugas TPS, masyarakat dan mahasiswa karena tidak mau coblos, serahkan kepada KNPB dengan alasan bahwa kami tidak mau memilih. Karena kami ini orang Papua dan kami akan memilih Presiden Papua nanti jika sudah merdeka. Lebih jelas click disini: http://www.suarapapua.com/read/2014/07/10/1518/ribuan-surat-suara-dibakar-knpb-90-rakyat-papua-tak-coblos

AGUS KOSAY, KETUA I KNPB: “Kami Bangsa Papua Barat tidak punya hak untuk memilih pemimpin Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Hak kami adalah memilih pemimpin Papua Barat. Jadi, wajar saja jika faktanya pada 9 Juli kemarin, seluruh orang asli Papua mulai dari Sorong sampai Merauke memilih boikot Pilpres.” Lebih rinci disini: http://www.suarapapua.com/read/2014/07/10/1516/knpb-rakyat-papua-tidak-punya-hak-memilih-di-indonesia

Suasana-Pencoblosan-TPS-18-Desa-Hinekome-Sentani-Kab.-Jayapura-Jubi-Mecky-610x293SENTANI, KABUPATEN JAYAPURA : Sebagian Orang Papua Di Sentani Masih Apatis Dengan Pilpres. Antusias warga dalam berpartisipsi di dalam pemilihan president (pilpres) pada 09 juli 2014 Menjadi penurunan di banding pemilihan legislative dan kepala daerah. Ini mungkin karena sebagian warga menilai president tidak akan angsung melihat kebutuhana warga, kata Mecky salah satu warga di sentani, kabupaten jayapura (09/07/2014)

Tingkat animo masyarakat menurun karena sebagian warga menila president tidak memperhatikan kepentingan warga secara langsung seperti DPR atau kepala daerah yang memiih ikatan tertentu secara langsung dengan warga.

Sedangkan menurut salah satu warga yang Meilih Tak Ikut Coblos alias golput bernama Wendanak, Penurunan Itu Terkait Isu Politik Papua (Papua Merdeka). Sebenarnya warga ada dalam rumah mereka masing-masaing tetapi mereka tidak mau memberikan hak suara mereka dalam pilpres ini. Saya menduga, mereka tak ingin terlibat dalam pesta demokrasi Indonesia karena mereka menilai mereka bukan bagian dari Indonesia. Lebih jelas pada link ini: http://tabloidjubi.com/2014/07/09/sebagian-orang-papua-di-sentani-masih-apatis-dengan-pilpres/

ABEPURA: Ribuan Warga Jayapura Tidak Salurkan Hak Pilih. Ribuan warga Kota Jayapura, Provinsi Papua, diperkirakan tidak menyalurkan hak politiknya pada Pemilihan Umum Presiden Republik Indonesia, yang digelar Rabu (9/7/2014) kemarin.

Victor Luterboom, Anggota KPPS TPS 24, Kelurahan Awiyo, Distrik Abepura, mengatakan, dari 526 Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang ada dengan, tambahan 11 DPT khusus, warga yang datang untuk mencoblos hanya 139 orang.    “Hanya 139 orang yang menyalurkan hak pilihnya di TPS 24.

 Untuk surat suara sisa sebanyak 300 lebih telah dicoret dan semua hasil pencoblosan, serta surat suara yang tidak terpakai telah dikirimkan ke Kelurahan Awiyo sesuai dengan pentunjuk yang ada. Lebih detail disini: http://suarapapua.com/read/2014/07/11/1520/ribuan-warga-jayapura-tidak-salurkan-hak-pilih#.U7_WQFAYeI0.twitter

???????????????????????????????ABE/KOTA RAJA:Tarik Minat Pemilih, TPS Ini Berkostum Piala Dunia. Frederick Wiliam Sireng : Untuk menarik minat warga untuk bisa datang ke TPS dan memili, petugas mengiasi arena menyalurkan hak pilih tersebut dengan pernak-pernik piala dunia. Kami berharap, dengan TPS yang di hiasi bendera Negara-negara yang bermain di piala dunia serta pernak-pernik mampu membuat warga tertarik dengan antusia datang ke TPS.

Pauji: Semangat warga di kompleks Pasar Yotefa, untuk memilih sangat kurang kali ini. Tidak seperti pada pemilihan dan pileg lalu. TPS Sepi banyak warga yang tidak memilih. Lebih rinci disini: http://tabloidjubi.com/2014/07/09/tarik-minat-pemilih-tps-ini-berkostum-piala-dunia/

 KABUPATEN JAYAWIJAYA :
Masyarakat-Kota-Wamena-ketika-Coblos-Pilpres1-558x400Partisifasi Masyarakta Jayawijaya Ikut Pilpres Turun. Pencoblosan pemilihan presiden secara serentak dilakukan di seluruh nusantara, tak terkecuali jayawijaya. Meski aman dan lancer, namun animo masyarakat untuk memilih pemimpin bangsa Indonesia untuk lima tahun kedepan menurun jika di bandingkan pada pelaksanaan pemilihan legilatif yang lalu.

Kurangnya animo dalam memilih juga diakui oleh bupati jayawijaya, Wempi Wetipo ketika ditemui wartawan usai cobloas di TPS 9 kota Wamena. Lebih Jelas disini: http://tabloidjubi.com/2014/07/09/partisipasi-masyarakat-jayawijaya-ikut-pilpres-menurun/

KABUPATEN LANNY JAYA:
K8lsQlUYUfdi Lanny Jaya, dilaporkan kepada media KNPBNews, bahwa Pemilihan Presiden RI tanggal 9 Juli 2014, di Kabupaten Lani Jaya di lakukan oleh TNI, Polri, Brimob dan anggota PPD (Panitia Pemilu Daerah). “Tidak benar kalau di media masa oleh oknum pejabat dan TNI/Polri, pemilihan presiden Republik Indonesia di Kabupaten Lani Jaya di pilih oleh masyarakat berarti pembohongan publik.

Media knpbnews sempat memwancarai rakyat yang tidak mau ikut memilih pada Pilpres RI tanggal 9 Juli 2014. Salah satu orang yang namanya enggan disebutkan di media ini berkata bahwa, “kami rakyat Papua tidak mau ikut pemilihan presiden tetapi pemerintah Indonesia memaksakan dengan kekuatan militer, kami tidak mau ikut karena kami bukan bangsa Indonesia ras melayu,tetapi kami bangsa Papua ras Melanesia sudah jelas jadi Indonesia jangan dipaksakan”. Lebih jelas disini: http://knpbnews.com/?p=4584

KABUPATEN YAHUKIMO
BERITA MAJALAHSELANKAH: Rakyat Kabupaten Yahukimo Dikabarkan Tak Mencoblos: Masyarakat Kabupaten Yahukimo yang tersebar di 51 distrik ukjmndikabarkan tak melakukan pencoblosan. Ketua KNPB Wilayah Yahukimo, Aminus Balingga mengatakan, rakyat Papua Barat yang mendiami di 51 distrik yang tersebar di Yahukimo sudah nyatakan tolak Pilpres dan 100% boikot. “Di Yahukimo secara keseluruhan cuaca tidak mendukung. Ini sejalan dengan tekad rakyat untuk boikot 100%,” kata Aminus. Aminus menjelaskan, di Dekai (Ibu kota Yahukimo) ada 13 TPS, tetapi masyarakat tidak menyalurkan hak pilih. Lebih rinci disini: http://majalahselangkah.com/content/-rakyat-kabupaten-yahokimo-dikabarkan-mencoblos

Ketua KNPB Yahukimo: Rakyat Yahukimo hari ini 100% boikot. Jika ada laporan kemudian bahwa suara rakyat Yahukimo di menangkan calon ini dan itu adalah mengatas namakan dan itu kami nyatakan ILEGAL dan TIDAK SAH. Tegas Suhun. Lebih Jelas Disini: http://www.youtube.com/watch?v=B_J_idUuHB8&feature=youtu.be

Sementara itu, sesuai pantauan kemarin (9/7) tidak ada satupun Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang dibuka. Berita-berita nasional Indonesia mengabarkan pelaksanaan Pilpres di wilayah Yahukimo tidak terjadi.

Aminus Balingga, Ketua Parlemen Rakyat Daerah (PRD) Yahukimo menyatakan 100% rakyat Yahukimo memboikot Pilpres, dan menyeruhkan referendum bagi West Papua. Lebih jelas disinni: http://knpbnews.com/?p=4600

Naftali Bahabol:   Saya berharap Rakyat Papua khususnya warga Kabupaten Yahukimo. Tidak ikut memilih “Bukan karena desakan pihak2 tertentu yang sudah dibayar oleh sala-satu pasangan Calon Presiden

Lukas Enembe: masih beberapa daerah, terutama di beberapa distrik di wilayah pegunungan tengah Papua, seperti Kabupaten Yahukimo belum menerima logistiknya. http://pemilu.tempo.co/read/news/2014/07/09/269591773/Gubernur-Klaim-Kondisi-Papua-Selama-Pilpres-Aman

AMINUS BALINGGA: KNPB PRD Yuhukmo Mengusir Penjajah.

abKNPB dan PRD yahukimo mengusir TNI/ Polri, memaksa masyarakat yahukimo untuk melaksanakan pencoplosan bilik suara. Pemilihan presiden pada tanggal, 9 juli 2014 di dalam salah satu toko/ruko di kota yahukimo. Dan 51 distrik 1 kelurahan 518 desa tidak melaksanakan pencoplosan pada hari ha dan 100% boikot pilpres NKRI. Cecara rinci disini: https://www.facebook.com/balingga.aminus/media_set?set=a.1496534363915521.1073741835.100006769143783&type=1

 KABUPATEN PEGUNUNGAN BINTANG
Sampai Hari ini tanggal 11 juli 2014, tidak ada TPS di seluruh kabupaten Pegunungan Bintang . RRI jayapura, edisi Jiumat, 11 juli 2014, 06:30 AM
 
KABUPATEN BIAK : Pemilih Pilpres Di Biak Turun 92.986 Jiwa. Lebih jelas disini: Papua – Pemilih Pilpres di Biak Turun 92.986 Jiwa – ANTARA News Makassar Sulawesi Selatan. Berita Makassar Terkini – Jumlah pemilih tetap untuk pemilihan presiden pada 9 Juli 2014 di Kabupaten Biak Numfor, Papua, turun menjadi 92.986 jiwa dibandingkan saat pemilu legislatif lalu tercatat 93.685 orang.Lebih jelas disini: http://www.antara-sulawesiselatan.com/berita/55893/papua–pemilih-pilpres-di-biak-turun-92986-jiwa
 

 05122012058001KABUPATEN PANIAI : Di Paniai, 9 Distrik Tidak Coblos.Rakyat West Papua di 9 Distrik dari Kabupaten Paniai dikabarkan tidak mencoblos pada Pemilu Presiden Indonesia kemarin (9/7). Sebelumnya, Tentara Pembebasan Nasional (TPN) Papua Barat mengeluarkan seruan agar rakyat tidak ikut berpartisipasi. Sumber :http://knpbnews.com/?p=4578

Salah salah media lokal di wilayah itu menyebutkan “ Dalam rangka pesta demokrasi pemilihan Presiden Indonesia jatuh pada tanggal, (9/7/14) di Kabupaten Paniai, Provinsi Papua tak berjalan lancar pada hari ini. Karena dihadang oleh Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat atau Organisasi Papua Merdeka (TPN-PB/OPM). Dan dikabarkan 9 distrik tidak mengadakan pemilihan presiden Indonesia, secara demokratis sebagai warga Negara. Disebabkan kelompok pimpinan TPN-PB/OPM, wilayah Nabire-Pania dibawah, Leo M Yogi bersama pasukannya, beraksi diwilayah mereka sebagai revolusioner TPN-PB/OPM Komando Wilayah itu. lebih detail disini: http://suarawiyaimana.blogspot.com/2014/07/pilpres-provinsi-papua-di-kab-paniai-9.html

 TPN/OPM MAKODAM IV KLAIM PILPRES 9 DISTRIK DI PANIAI GAGAL:
Komandan Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPN-PB)/Organisasi Papua Merdeka (OPM), Makodam IV Pembela Keadilan di Paniai, Papua mengklaim pencoblosan di 9 distrik Kabupaten Paniai gagal dilaksanakan.

Komandan TPN-PB/OPM Paniai, Leo Magai Yogi mengklaim kegagalan itu adalah hasil dari sosialisasi boikot Pilpres yang telah disuarakan pihaknya. “Saya sudah gerakan seluruh TPN-PB ke 9 distrik di seluruh Kabupaten Paniai. Sehingga pencoblosannya tidak lakukan di distrik, tapi hanya di Enarotali (ibu kota kabupaten Paniai:red) saja. Artinya masyarakat pribumi di Paniai tidak memberikan suara. Lebih lengkap disini: http://majalahselangkah.com/content/-tpn-opm-makodam-iv-klaim-pilpres-9-distrik-di-paniai-gagal

KABUPATEN TIMIKA :
Timika Kota 99% Golput atau Boikot PILPRES 2014. Bangsa Papua di teritori West Papua menganggap Pemilihan Presiden (PILPRES) adalah masalah dan malapetaka dalam 5 (lima) tahun mendatang, bangsa Papua juga Komitmen bahwa Boikot Presiden Republik Indonesia adalah Solusi, dan Bangsa Papua juga yakin bahwa Referendum adalah jawaban untuk menentukan nasib sendiri bagi bangsa Papua Barat.

Bagimanapun dan siapapun Calom Presiden yang akan menang dalam PILPRES 09 Juli 2014 tidak ada jaminan hidup bagi orang Papua. Setiap hari orang Papua mati dan disiksa dengan timah panas dan mati selayaknya seperti seekor hewan setiap hari. Lebih jelas disini: http://knpbnews.com/?p=4519

Trifena Tinal Ketua DPRD Mimika : Pemerintah Daerah Kabupaten 10468088_707079079373403_179386356696247132_nMimika mengkalaim bahwa Pemilihan Presiden Republik Indonesia Tahun 2014 ini, Masyarakat Papua tidak antutias dan sepi di seluruh TPS, Ia mengatakan melalui media cetak bahwa “Sampai jam 01.00 Siang TPS semua sepi ini.” Selain itu karena tidak ada orang yang datang sampai 01.00 siang ada salah satu orang yang coblos 496 surat suara. http://knpbnews.com/?p=4602

Steven Itlay: Seruan golput pada pilres 2014, berhasil di terjemahkan oleh rakyat bangsa Papua barat. KNPB Wilayah Timika dan Parlemen Rakyat Wilayah Bomberay menyampaikan terima kasih kepada seluruh rakyat bangsa Papua Barat secara khusus di wilayah Bpmberay karena telah sadar untuk tidak terlibat dalam pemilihan president republic Indonesia. Lebih jelas disini: http://tabloidjubi.com/2014/07/11/boikot-pilpres-knpb-klaim-bakar-4-952-surat-suara/

 KABUPATEN SORONG :
Rakyat west papua di Sorong tidak mengikuti pemilihan di TPS.

Sorong rakyat west papua tidak mengikuti pencoplosan di TPS, pada 9 Juli 2014 sorongsesuai dengan arahan dan himbauan yang di keluarkan oleh komite nasional papua barat untuk melakukan Boikot Pilpres 2014, maka hari ini rakyat papua wilayah sorong tidak mengikuti pencoplosan di TPS Masing-masing.

Sebelum satu hari melakukan pemilihan presiden republic Indonesia, setiap RT/RW melakukan pembagian undangan model C6 untuk mengikuti pencoplosan di TPS, namun rakyat membawa undangan tersebut Menuju Sekretariat KNPB Wilayah sorong, dengan alasan bahwa kami rakyat papua barat memili Reverendum. Dan petugas LINMAS dan Saksi pun tidak melaksanak tugas dengan baik di TPS lalu mereka menuju ke Sekretariat KNPB.

Sesuai dengan pantauan Komite Nasional Papua Barat wilayah Sorong di seluruh wilayah Kabupaten yang terletak di kepala burung bahwa hampir 70 % orang asli Papua tidak ikut serta dalam pemilihan Indonesia. Hanya beberap orang non papua yang mengikuti pencoblosan.

Kemudian selanjutnya ratusan surat undangan model C6 dan atriput LINMAS di bakar, dengan alasan menuntut Referendum (Hak Penentuan Nasib Sendiri Self ¬-Determination). Demikian kami lambirkan foto dan video sebagai bukti. Silakan Klik Video disini: http://youtu.be/osOSyUMQkI0
Lebih jelas lagi, disini: https://bysteveneyon.wordpress.com/2014/07/10/rakyat-west-papua-di-sorong-tidak-mengikuti-pemilihan-di-tps/
 
 
 MANUKWARI, PROVINSI PAPUA BARAT :
Antusiasme Memilih Warga Menurun di Manokwari.

Antusiasme masyarakat di Kabupaten Manokwari untuk berpartisipasi memilih pada pemungutan suara pemilihan presiden (pilpres) ini minim dibanding pemilu legislatif 9 Juli lalu. Ketua Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Manokwari, Paskalis Borlak berpandangan, hal itu merupakan hak warga.

“Mau memilih atau tidak proses demokrasi tetap berjalan. Bahkan, ketika ada TPS yang tak ada sama sekali masyarakat yang datang, itu tak masalah, KPPS (Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara) tinggal membuat berita acara dan menyampaikan kepada KPU,” kata Borlak.

Borlak menilai, minimnya partisipasi pemilih pada pilpres ini bukan muncul akibat kurang bekerjanya mesin partai yang berkoalisi mendukung kedua pasangan presiden dan wakil Presiden pada pemilu ini.

“Semua masyarakat secara umum sudah mengenal masing-masing pasangan kandidat, sehingga menurut kami, tak turut sertanya warga untuk mencoblos pada pilpres ini bukan karena kinerja tim sukses,” lanjutnya.

Dari hasil pemantauan Panwaslu, menurutnya, angka partisipasi pemilih pada pilpres ini tak hanya terjadi di Distrik Manokwari Barat, TPS di distrik lain di Kabupaten pun mengalami hal yang sama. Lebih detail disini: http://www.rumahpemilu.org/in/read/6625/Antusiasme-Memilih-Warga-Menurun-di-Manokwari

KONSULAT KNPB SE-JAWA BALI :
20140709_135944_8470_lMahasiswa Dan Masyarakat Papua Di Sulut, Jawa Dan Bali Tidak Ikut Pilpres. Mahasiswa dan masyarakat Papua di tanah rantauan lebih banyak memilih tidak memilih salah satu kandidat presiden RI. Hari ini (09/07) mereka lebih memilih melakukan aktivitas lain dibanding pergi ke TPS untuk mencoblos.

Di Yogyakarta misalnya. Mahasiswa dan masyarakat Papua dikomandoi Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) lebih memilih melakukan nonton bersama, menggelar seminar dan mimbar bebas. Juga melakukan Referendum yang setelah direkapitulasi menunjukkan 99% pemilih menginginkan Papua merdeka.

Di Manado, Solidaritas Pemuda Mahasiswa dan Masyarakat Papua di Sulawesi Utara (Sulut) mengumumkan tidak akan menyalurkan hak pilihnya pada Pemilihan Presiden.
Hari ini, Rabu, 09 Juli, mereka merealisasikannya. Hal ini diungkapkan Hizkia Meaga, koordinator Solidaritas ini.

“Pilpres bukan solusi bagi kami, kami menginginkan Referendum untuk penyelesaian persoalan di Papua, kami sudah sakit hati dengan perilaku TNI/Polri,” kata Meage.

Mahasiswa Papua di Surabaya, Bandung, Solo, Salatiga, Semarang, Malang, dan Bali juga ketika dikonfirmasi majalahselangkah.com menerangkan tidak ikut berpartisipasi dalam Pilpres ini. Lebih jelas click disini: http://majalahselangkah.com/content/-mahasiswa-dan-masyarakat-papua-di-rantau-tak-ikut-pilpres

AMP JOGYA :

20140709_123348_7628_lIni Hasil Referendum Mahasiswa Papua di Yogyakarta Pada 9 Juli. Seperti diberitakan sebelumnya bahwa Aliansi Mahasiswa Papua Komite Kota Yogyakarta akan mengadakan beberapa kegiatan, diantaranya referendum pada 9 Juli 2014, hal itu benar-benar terjadi.

Hari ini, Rabu (09/07) ratusan mahasiswa Papua di Yogyakarta dalam komando AMP komite kota Yogyakarta menggelar referendum tepat pada hari pemilihan umum presiden dan wakil presiden Republik Indonesia di asrama Papua Kamasan I Yogyakarta.

Ketua AMP komite kota Yogyakarta menjelaskan, pemilihan ini dibuat untuk menunjukkan kepada dunia apa isi hati rakyat Papua yang sebenarnya. Pemilihan dimulai dengan menghadirkan saksi dari Indoensia, saksi dari Papua, dan dari PBB. Sumber: http://majalahselangkah.com/content/ini-hasil-referendum-mahasiswa-papua-yogyakarta-pada-9-juli

Sambut 9 Juli, Ini Kegiatan Mahasiswa Papua di Yogyakarta:

Tanggal 09 Juli 2014, di Indonesia, akan dilangsungkan pemilihan presiden dan wakil presiden untuk masa jabatan 2014-2019. Mahasiswa Papua di Yogyakarta pun akan turut merayakannya. Tanggal 8 Juli 2014 malam, dari pukul 18.00-23.00 WIB, mahasiswa Papua di Yogyakarta dikoordinir Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) berkumpul di Asrama Kamasan I Papua. Di sana ada seminar, mimbar bebas, pemutaran film, dan diskusi bersama.

Mahasiswa menelaah sejarah Papua, kapitalisme Indonesia dan global, dan militerisme Indonesia di Papua. Setelahnya, AMP memandu mahasiswa mengenal siapa Prabowo dan Hatta Rajasa, dan siapa Joko Widodo dan Jusuf Kalla. Sumber:   http://majalahselangkah.com/content/-sambut-9-juli-ini-kegiatan-mahasiswa-papua-di-yogyakarta

KABUPATEN DOGIYAI : Pilpres KPU Sendiri Coblos Di Kabupaten Dogiyai
Di Kabupaten Dogiay dalam Agenda Pemilihan Presiden Republik Indonesia kali ini tidak diturunkan ke Distrik dan kampung-kampung untuk mengalurkan hak suara masyarakat, namun di coblos oleh Penyelenggara itu sendiri seperti, KPU, KPPD dan KPPS.

Menurut Ketua Komisariat Diplomasi Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Wilayah Dogiay, Marsel Edowai,  menghubungi lewat via ponsel kepada media Online ini bahwa “Di Kabuapeten Dogiyai ini hanya Panitia penyelenggara KPU, KPPD dan KPPS mereka sendiri coblos tidak diturunkan ke distrik dan Kampung. Sumber : http://knpbnews.com/?p=4609

KABUPATEN BOVENDIGOEL :
Deri sejumlah populasi penduduk di kabupaten Bovendigoel, yang memilih dalam pemilihan presiden Indonesia, pada 09 juli 2014 adalah hanya 20 orang, tidak lebih dari jumlah tersebut. Sumber: RRI jayapura, edisi Jumat, 11 juli 2014, 06:30 AM
 
KABUPATEN KAIMANA:
Laporan perkembangan dalam Pemilihan Presiden di Kabuapten Kaimana di sampaikan oleh Ketua Parlemen Rakyat Daerah (PRD) Kaimana, Muhammad Kurita bahwa, “Jumlah TPS yang beredar di Wilayah Kota Kaimana Berjumlah kurang Lebih 150 TPS.”

Menurutnya, waktu Pemilihan dimulai sekitar 08.00 Waktu Kaimana, TPS-TPS sudah di Buka hingga pengumunan Perhitungan suara dilakukan sekitar Pukul 14.00 atau jam dua siang.” Kata kurita.

Ketua PRD Kaimana juga menambahkan bahwa, “dari jumlah TPS tersebut, yang ikut serta atau terlibat dalam pemilihan Presiden RI ini di dominasi oleh rakyat Pendatang. Dan Hal ini terjadi pada TPS-TPS dimana di situ merupakan basis Rakyat Pendatang. Sementara Volume Rakyat Pribumi kelihatan sangat Minim atau sangat Kurang, yakni sekitar 90 % (Sembilan puluh persen) dari rakyat Pribumi tidak ikut berpartisipasi dalam Pemilu ini. Sumber: http://knpbnews.com/?p=4583

RADIO NEW ZEALAND IINTERNATIONAL NEWS :
Komite Nasional Papua Barat telah melaporkan bahwa banyak orang di wilayah Papua, Indonesia mendukung seruannya untuk memboikot pemilihan presiden minggu ini.
Komite, yang dikenal sebagai KNPB, melaporkan bahwa sekitar 80% dari pemilih di provinsi Papua dan Papua Barat mengamati boikot.

 Organisasi tersebut mengatakan beberapa warga setempat juga mengundang untuk membakar surat suara mereka. KNPB mengatakan bahwa mereka yang memilih terutama pendatang ke Papua dari bagian lain Indonesia.

Anggota Komite Nasional Papua Barat pembakaran surat suara untuk pemilihan presiden Indonesia. Ini telah menyerukan boikot sebagai protes terhadap pemerintahan Indonesia dan penolakan terus Papua Barat ‘penentuan nasib sendiri.

KNPB adalah organisasi pro-kemerdekaan terkemuka di Papua Barat dan mengatakan itu menyarankan pendekatan damai untuk mengakhiri pendudukan Indonesia. Sumber:
http://www.radionz.co.nz/international/pacific-news/249533/most-papuans-boycott-indonesia-election
 
 
 KABUPATEN YALIMO :
KNPB Yalimo PemboikotanPemilihan Indonesian Presidential 2014
“Kami Masyarakat Adat Papua Barat Tolak Pemilu Presiden dan kita tidak memilih Indonesia, karena kita tidak Indonesia. Kami mengumumkan kepada rakyat Papua Barat tidak memilih, tapi kami akan memilih takdir kita untuk kemerdekaan sedangkan kami memiliki hak untuk menentukan nasib sendiri dan referendum adalah solusi terbaik bagi kita
Kami rakyat Papua Barat dari suku Yali menyatakan Boikot pemilihan presiden Indonesia pada 9 Juli 2014 dengan damai, dan menuntut hak-hak kami dan penentuan nasib sendiri melalui mekanisme yang demokratis dan internasional referendum.
Sumber : http://www.infopapua.org/artman/publish/article_2941.shtml
 
 
 KABUPATEN MERAUKE :
PRD dan KNPB Merauke: Simulasi Referendum dan Pemboikotan Indonesia Presiden
MERAUKE – Papua Barat Parlemen Kabupaten Merauke (PRD) daerah sebagai yang bertanggung jawab di wilayah Merauke dan daerah Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Merauke sebagai eksekutor telah melakukan simulasi pra-referendum di sekretariat Komite Nasional Papua Barat (KNPB) dan kantor DPRD (PRD) Wilayah Merauke. Jalan Bupul Number One Village Coconut Kabupaten Merauke Lima bulan lalu di (15/06/2014) Bulan lalu.http://www.infopapua.org/artman/publish/article_2944.shtml
Selama Dua Jam, Sebagian Besar Tps Di Merauke Terlihat Sepi:
Suasana sedikit berbeda jika dibandingkan dengan pemilu legislatif (Pileg) pada April 2014 lalu. Dimana, kurang lebih dua jam dari pukul 07.00-09.00 WIT, hampir semua TPS dalam wilayah Kota Merauke, terlihat sepi dan baru satu dan dua warga yang datang.

Karena selain masih menyelesaikan pekerjaan di rumah, juga akibat sebagian besar orang masih menonton Piala Dunia.  Bupati Merauke, Drs. Romanus Mbaraka, MT mengatakan, pada prinsipnya, masyarakat di Kabupaten Merauke sangat antusias datang ke TPS sekaligus memilih pemimpin Indonesia lima tahun mendatang.

“Kami sudah melakukan pemantauan dan kurang lebih dua jam, umumnya TPS dalam wilayah kota masih sepi. Baru beberapa yang datang menyalurkan piilihannya di bilik TPS
http://tabloidjubi.com/2014/07/09/selama-dua-jam-sebagian-besar-tps-di-merauke-terlihat-sepi/
 
 

BELANDA (NL)

FWPC-NL-Boycotts-Indonesian-elections-2014.1-320x239Untuk mendukung boikot dan melawan kekejaman yang sedang berlangsung, protes yang digelar tidak hanya di seluruh Papua Barat tetapi tepat di seluruh dunia, seperti di Den Haag, Belanda di mana Kampanye Papua Merdeka Barat mengeluarkan pernyataan bersama pada boikot: “Hari ini kita berdiri di sini di depan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Den Haag untuk mendukung Orang kita di Papua Barat. Pilihan mereka telah dibuat. Papua Barat bukan bagian dari Indonesia, dan itulah mengapa mereka memboikot pemilu. Kami sepenuhnya mendukung pilihan Rakyat kami! “

 INGGRIS UK:
 bwDi London, Inggris, pendiri Free West Papua Campaign Benny Wenda memberikan wawancara, menunjukkan dukungan bagi umat-Nya yang mempertaruhkan nyawa mereka untuk memboikot pemilu tersebut.

Pada tahun 2014RepublikIndonesiaakan mencoba untukmengadakan pemilihandiPapuaBarat.Kamimasyarakat Papuamenolak untukmemilih dalam pemilu. Mengapa?

HariPapua Baratsecara ilegaldiduduki olehIndonesia. Kami memilikihak untukkebebasan.Kamiakan memberikan suaradalam referendumyang benar padapenentuan nasib sendiri.Tapi kita tidakakan memilihdalampemiluyang terusdi Indonesiabrutaldan pendudukantanah kami.

Terimakasih banyakuntuk semuakomitmenyang luar biasa Andatelah menunjukkanmendukungperjuangan rakyatPapua Baratuntukmenentukan nasib sendiri dankemerdekaan; termasukkeputusan mereka untukmemboikotpemiluIndonesia danmenunjukkan kepada duniabahwa mereka adalahPapuabukan orang Indonesia.
http://freewestpapua.org/2014/07/13/over-80-of-west-papuans-boycott-the-indonesian-elections/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=over-80-of-west-papuans-boycott-the-indonesian-elections
 
 
KABBUPATEN PUNCAK JAYA:
Crew Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Puncak Jaya (Yamo) telah melaporkan tentang jalannya pelaksanaan pemilihan presiden (pilpres) 9 juli 2014, rakyat papua barat di kabupaten puncak Jaya sudah ikuti arahan pemimpin mereka, pelaksanaan pemilihan presiden hanya terjadi  di kota Mulia saja, sedangkan di 7 distrik lainnya tidak ikut coblos dan logistik pun tidak bawah turun ke 7 distrik tersebut, karena di 7 distrik ini di kuasai oleh tentara pembebasan nasional papua barat, Organisasi Papua Merdeka (TPN-PB-OPM), maka tidak ada orang yang berani bawah logistik pilpres 9 juli 2014
Di kota Mulia yang melakukan coblos namun, yang melakukan coblos itu bukan masyarakat asli Papua tetapi yang melakukan coblos adalah warga pendatang (imigran) dan TNI/Polri, 7 distrik yang tidak melakukan coblos sebagai berikut; Distrik Mewoluk, Yamo, Tinginambut, Ilu, Igonikme, Fawi dan Torere. Tidak melakukan coblos 9 juli 2014.
Source : http://knpbnews.com/?p=4717
 

Gubenur Papua dan Papua Barat, DPRP, MRP, Walikota dan para Bupati di Papua tidak mendukung gerakan Papua Merdeka?

Berikut Adalah Penyataan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesai (DPR-RI) HERMAN DOGOPIA :
Sejujurnya, gerakan apapun yang dilakukan pentolan OPM saat ini dan ke depan, akan selalu didukung secara oleh semua rakyat Papua. Banyak yang diam-diam, tetapi seperti pepatah tua, diam itu emas (silent is golden). Begitulah sejatinya sikap masyarakat Papua dewasa ini.

“Saya berani bertaruh, sekalipun dia pejabat, mendapatkan perlakuan istimewa dari pemerintah Jakarta, tetapi darah dan jantung mereka sudah berubah menjadi anggota atau pendukung OPM”, katanya.

Alasannya sangat sederhana. Pemerintah Indonesia yang mengendalikan Papua secara remote dari Jakarta, tidak pernah mau melakukan dialog/referendum sehingga tidak paham atas keadaan sebenarnya.
Sumber : http://www.komunitas-papua.net/index.php/berita/95-sby-setuju-papua-merdeka-pasca-pilpres-2014
 

 Bangsa papua barat yang di klaim oleh indonesia sebagai bagian dari indonesia,sejak 1961 hingga 2014, namun dari hasil pelaksanaan pilpres secara fakta dan data menyebut mayoritas rakyat bangsa papua Barat tidak memilih dalam pemilihan umum indonesia pada 09 juli 2014. Kenapa rakyat papua tidak memberikan hak pilihnya dalam pilpres tersebut? Mengapa rakyat papua memilih golput? Dimana orang papua mengakui klaim Indonesia atas papua bahwa papua bagian dari NKRI?

AGUS KOSAY, Ketua I KNPB:
Rakyat bangsa Papua Barat menolak dan menyanggal keberadaan Indonesia di wilayah Papua Barat secara damai, bermartabat dan demokratis. Sebab terbukti pemahaman praktek demokrasi Orang Asli Papua (OAP) jauh lebih baik dibanding pemerintah Indonesia yang selalu menyuarahkan demokrasi, tapi kenyataan tak dapat melakukan praktek demokrasi sesungguhya kepada rakyat Indonesia.

OAP melakukan boikot secara damai, bermartabat dan demokrasi karena pada pilpres 9 juli 2014 lalu sesuai laporan pengurus KNPB wilayah setanah Papua, bahwa rakyat sipil bangsa Papua Barat tidak memberikan hak politik, tidak melakukan tindakan anarkis dan criminal tetapi memilih tinggal di rumah.

Beikut rekomendasi KNPB :
  1. Pemerintah daerah tidak boleh lagi melakukan pembohongan kepada pemeintah pusat sebab kenyataan dalam pilpres Indonesia sikap dari rakyat sipil bangsa Papua barat sangat jelas.
  2. Pemerintah, TNI/polri, KPU tak boleh melakukan pembohongan public bahwa menjelaskan tentang perolehan suara antara calpes no. urut 1 dan calpres no. urut 2 sebab kenyataan tidak seperti itu namun rakyat papua tidak memilih jadi jika ada tertera di suatu tempat melakukan pencoblosan itu berarti itu benar-bena tipu.
  3. Pemerintah tak bisa memakai suatu alasan bahwa suatu daerah tak melakukan pencoblosan dengan alas an logistic tak sampai, sebab kenyataan yang tak melakukan pencoblosan bukan hanya di pedalaman saja, namun di kota-kota rakyatpun tidak simpatik terhadap pilpres dan dengan sadar mereka tidak melakukan pencoblosan.
  4. Pemerintah pusat, daerah, TNI/Polri dan KPU bahwa rakyat Papua Barat tidak mencoblos bukan karena kekurangan logistic, kurang sosialisa, tidak menerima undangan memilih dan atau AOP tidak tahu tetapi sesungguhnya rakyat sipil Papua Barat tidak ingin terlibat dalam pilpres dan mereka membutuhkan kemerdekaan di atas tanahnya sendiri.
  5. Indonesia perlu belajar proses demokrasi dari orang Papua, orang papua memahami demokrasi dan melakukan demokrasinya dengan damai, bermartabat dan demokratis dan tidak anarkis tetapi diam-diam sikap yang di tunjukan sangat jelas.
  6. Pada senin 14 juli 2014 ini sama pada tahun 1969 yang merupakan awal indonessia melanggar hak politik dan hak demokrasi di Papua melalui pelaksanaan pepera 1969 pertama kali di Merauke yang hasilnya cacat hukum dan moral
  7. Indonesia sebagai anggota Negara PBB harus menghargai hak penentuan nasib sendiri (Self-Determination) melalui Referendum sebagai solusi

       Sumber:Tabloidjubi, Edisi senin 14 Juli 2014

Notes: beberapa daerah belum ada laporan dari wilayah sehingga belum ada laporan dalam laporan rangkuman ini.

   ================= Free West Papua ==================

Komentar Yali Voice

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s