GABUNGAN MILITER NKRI DI YAHUKIMO TANGGAP KEPALA SUKU BESAR YAHUKIMO DAN SEORANG ANGGOTA KNPB


 Picture1 - CopyYAHUKINMO News : Rabu, 04 Juni 2014. Pukul 01:00 PM, (malam) Gabungan militer NKRI, Tentara Nasional Indonesia (TNI) dari satuan Korem Dekai, Polisi dari Polres yahukimo dan Brimob serta Kopasus menangkap kepala suku besar suku yally, Hubla, Unaukam, Kimyal, Meek, Ngalik Dan Momuna (YAHUKINMO) Alapi Yalak di Kediamannya di secretariat Partai Patriot jalan Telkomsel Dekai Kabupaten Yahukimo.

Penangkapan dilakukan oleh gabungan Militer Indonesia pada malam hari. Berikut hasil interview Yalivoice :

Yalivoice:

Bagaimana proses penangkapan kepala suku, Alapia Yalak oleh gabungan militer indoesia?

 Saksi :

Salah seorang saksi mata yang saat itu menyaksikan proses panangkapan, namanya tidak di beritakan, saat ditanya tentantg penangkapan kepala suku Alapia Yalak, pada yalivoice ia menjelasaknan;

Pada 4 juni 2014, kami bersama bapak kepala suku main kartu (kaplek) mulai dari jam 10-jam ½ 1, kami sedang asyik maik kartu. Kami banyak orang, yang lain tidur di kamar, lain di dapur dan kami kelompok lain di ruang depan sedang main kartu.

Jam 1 tepat kami didatangi polisi dan brimob dengan senjata lengkap. Sekitar sepuluh orang siaga di pintu belakang dengan senjata lengkap. Sekitar 5-10 orang siaga di sambing kiri dan kanan rumah (secretariat partai patriot). Empat orang tanpa toki pintu, menaprak masuk pintu dan todong kami dengan senjata.

Alapia yalak, yang saat itu sedang asyik main kartu di tarik keluar dan di naikan dalam mobil Avanza hitam (tidak ada nomor polisi). Kami yang lain disuruh angkat tangan, teman-teman saya mereka semua angkat tangan. Saya (saksi) tidak angkat tangan dan sama sekali saya tidak takut pada mereka.

Tidak hanya Alapi, salah seorang pemuda yang saat itu tidur di dapur juga ikut di amankan. Seorang pemuda itu ia dengar karena di ruangan depan sudah ada polisi ia kemudian selamatkan diri melalui pintu belakang, ia ditangkap oleh polisi yang siaga di belakang pintu. Jelasnya.

Yalivoice :

Soal kasus apakah beliau ditangkap? Penangkapan beliau ini ada kaitannya dengan pembaran barak polisi dan pemukiman jalur satu, yang di lakukan OTK (orang Terlati Khusus) seminggu sebelum penangkap? Apakah ada surat panggilan dari polisi sebelum ia ditangkap?

Saksi;

Kami tidak tahu sama sekali, soal kasus apa dia di tankap. Karena belum ada kejelasan dari pihak polisi dan belum ada surat panggilan dari pihak kepolisian kepada yang berangkutan. Kami keluarga bingung, kami mau buat apa, kami belum tahu masalah. Jelasnya singkat.

Soal kebakaran barak polisi, kejadian itu terjadi pada siang hari sekitar jam 11 siang dan saat kejadian belum ada seorangpun yang di tangkap polisi sebagai tersangka dalam kasus tersebut. Kemudian kebaran pemukiman, terjadi pada malam sekitar jam 1 malam. Pada hari kejadian malam itu polisi gabungan intelijen main judi dan minum mabuk di jalur tersebut. Saat kejadian belum juga menangkap basa seseorang yang di duga terlibat atau tersangka dalam kasus pemukiman jalur satu itu. untuk dua kasus tersebut, belum ada pembuktian yang jelas baik dari pihak polisi maupun saksi. Jelasnya, dengan nada kesal.

Yalivoice :

Bepara anggota polisi yang datang untuk menangkap Alapi?

 Saksi :

Gabungan militer Indonesia itu mereka datang dengan menggunakan 6 truk polisi, 1 mobil tahanan, 7 mobil avanza dan 2 mobil belakang kosong. Semuanya 16 mobil.

 Yalivoice :

Apakah ada mengeluarkan tembakan?

 Saksi :

Ya, ada. Sedikitnya tujuh kali tembahkan, tapi tembakan itu tidak kea rah kami. Setelah tembakan itu polisi mereka masuk ke dalam rumah dan menangkap Alapia Yalak dan 1 orang pemuda. Lalu mereka bawa ke polres yahukimo. Jumlah mereka sekirat 50 orang. Jelasnya.

 Di tempat yang sama, Titus salah seorang warga yan tinggal di sekitar komplek patriot menjelaskan. Ya, tuan saya dengar bunyi tembakan sekitar tujuh kali. Saya gaget lalu bangun. Saya tidak keluar rumah, saya buka horden sedikit lihat dari celah-celah itu, 16 mobil parker di jalan masuk, sekitar 50-an anggata gabungan militer Indonesia yang datang. Diluar, depan rumah tempat ini mereka (polisi) semua penuh. Jelasnya sambil menunjukan tempat penangkapan.

Yalivoice :

Darimana polisi tahu kalau pak Alapia ada patriot?

 Saksi :

Polisi Gombo (polisi asal wamena) yang juga teman baik Alapia yang selama ini bangun tidur, minum makan dengan Alapia dia yang mengirim pesan (SMS) ke kapolres. Rupahnya sebelum penangkapan, internal polisi sudah bicara lebih duluh untuk menangkap Alapia. Untuk memastikan keberadaan Alapia polisi mereka pasang polisi gombo. Gombo setelah memastikan keberadaan, dia sms. Gombo juga tadi malam itu kami sama-sama main kartu.

Kami sudah tahu bahwa dia (Gombo) yang sms Kapolres, itu makanya kami juga Sandra dia selama sehari, tapi kapolres datang bebaskan. Ujarnya.

Di tempat kerjadian penangkapan (TKP) terlihat warga sangat trauma dan tak mau memberikan komentar banyak. Namun sebagian besar pemuda, intelektual, senior, tokoh gereja, tokoh adat dan tokoh masyarakat dari suku kimyal sedang menggalang massa untuk melakukan demonstrasi ke kapolres guna menanyakan sebab dan menuntut dibebaskannya segera kepala Suku besar Alapia Yalak, seorang pemuda dan Lendeng Omu.

Lendeng Omu adalah salah seorang aktivis papua merdeka yang di tangkap polisi satu minggu sebelum Alapia di tangkap.

Pada, siang itu (4/6/2014) salah seorang pemuda yang ikut di amankan bersama Alapia Yalak di bebaskan.

Ia menjelaskan, dalam perjalanan dari rumah ke kantor polisi siksa kami seperti binatang. Polisi siksa kami, menghina kami, ejek kami dengan kata-kata, kamu orang kimyal pembuat criminal, kamu ini orang-orang pendek, semut-semut kecil ini yang bikin jago-jago kah? Kata polisi kepada Alapi dan seorang pemuda. Jelasnya.

Di depan polres polisi suruh kami buka pakaian semua, kami disiksa secara bergantian. Hampir 30 orang yang siksa kami, kami merayap masuk telanjang sampai di sel. Saya di pulangkan tadi. Jelasnya.

Pada, 5 juni 2014, gabungan masyarakat suku Kimyal melakukan demontrasi ke kantor polres Dekai kabupaten yahukimo. Dengan tuntutan agar kapolres segera bebaskan Alapia Yalak dan Lendeng Omu. Karena penangkapan terhadap Alapia Yalak dan Lendeng Omu, dinilai penangkap liar oleh pihak polisi tanpa bukti dan saksi. Dan penangkapan yang tidak melalui prosedur hukum. (tanpa surat Panggilan)

Para masah diterima oleh kapolres. Mereka lakukan pertemuan khusus   suku Kimyal dengan kapolres di Aula Polres yahukimo. Dalam pertemuan tersebut Kapolres tidak memberikan kejelasan tentang sebab di tangkapnya Alapia Yalak.

Pak, Alapia itu teman saya. Dia orang kunci, beliau kami tangkap karena dia orang kunci. Melalui dia kami (polisi) bisa intentifikasi siapa sebenarnya pelaku di balik beberapa kejadian kebakaran belakangan ini. Dia di tangkap itu alasannya. Kata Kapolres kepada massa.

Setelah mendengar itu, kordinator massa Nopius yalak, S.Th membacakan stepmen atau surat pernyataan sikap dari suku kimyal di hadapan kapolres. Berikut kutipannya :

  1. Di tanah ini, di Yahukimo ini hanya ada dua suku yaitu suku Momuna dan suku Kimyal. Selama ini pandangan pemerintah, masyarakat dari suku yali dan dari aparat bahwa kebakaran mulai x-kantor bupati sampai terakhir kamarin, aktornya orang Kimyal maka hari ini kami minta bukti.
  2. Kami minta penjelasan, Penanggapan Bapak Alapia Yalak atas perintah siapa? Siapa saksi hidup? Mana bukti? Tolong jelaskan kepada kami.
  3. Segera bebaskan Alapia Yalak. Karena penangkapan terhadap Alapia Yalak oleh polisi tidak sesuai prosedur hukum yang ada, yaitu sebelum penangkapan polisi tidak memberikan lebih dulu surat panggilan kepada yang bersankutan dengan disertakan kasus yang di buatnya.
  4. Kami dari suku kimyal memintah kepada aparat keamanan agar menunjukan bukti dan saksi yang jelas atas beberapa tuduhan dari delapan suku kepada suku Kimyal serta kasus penangkapan Alapia YAlak.
  5. Kami bukan teroris, penjahat/pengemis dan pengacau.
  6. Segera Kembalikan nama baik Suku Kimyal
  7. Segela pulangkan polisi orang papua dari pantai yang bertugas disini. (Yahukimo)
  8. Hentikan segala bentuk diskriminas, terror, intimidasi, marjinalisasi dari pemerintah Kabupaten yahukimo, dan dari delapan suku di yahukimo.
  9. Jika kapolres tidak mengidakan permintaan kami, maka kami minta waktu satu bulan untuk kami perang suku (antara suku Ninia dan Kimyal)
  10. Pihak kepolisian segera mengungkap siapa pelaku kebaran, kerusakan pada tahun 2011-2014
  11. Polisi Segera Hentikan penanggapan sewenang-wenang tanpa ada surat Panggilan ataupun surat pemeritahuan seperti binatang liar terhadap masyarakat kimyal lebih khusus Alapia Yalak.

Setelah melakukan pembacaan massa pulang dengan aman. Namun polisi tidak bebaskan Alapia Yalak sesuai tuntutan. Alapia di tahan sebagai jaminan untuk kepentingan identifikasi pelaku kebakaran barak polisi dan beberapa kasus lainnya di yahukimo.

Walaupun tidak ada pihak yang membenarkan pembuktian keterlibatan Alapia Yalak dalam suatu kasus tertentu di Yahukimo, Kapolres yahukimo menggirng Alapia ke Polda Papua diJayapura untuk menjalani proses hukum. Pihak kapolres tidak sampaikan penjelasan kepada keluarga Alapia bahwa Alapia di tangkap dalam dugaan kasus ini, atau kasus itu. penangkapan Alapia ini, masih misteri polisi, apa sebab Alapia dibawah ke Kapolda untuk menjalani proses hukum?.

Indikasi kuat bahwa Alapia di tangkap dalam dugaan kasus penandatangan Untuk Papua Merdeka dan menolak Otsus di Sasana krida kantor gubernur Papua dalam pertemuan para ketua Lembaga Masyarakat Adat (LMA) setanah Papua dengan pihak penyelenggara otonomi khusus pada tahun 2009 lalu.

Berikut laporannya, silakan simak:

Insaran Pertama polisi .

Upaya Indonesia memaksakan rakyat Papua untuk mengikuti kehendaknya . Berbagai macam upaya yang NKRI lakukan di atas tanah Papua. Salah satunya ialah pembentukan LMA, di seluruh tanah Papua. Lembaga ini dibentuk agar orang-orang Papua yang kerja dalam lembaga tersebut menjaga dan mempertahankan keutuhan NKRI di tanah papua.

Tidak hanya LMA, tapi juga Barisan Merah Puti, LMR-RI dan sebagainya. Pembentukan BMP, silakan clik disini : http://sampari.blogspot.com/2010/05/ketua-bmp-pegunungan-tengah-m-wati.html

http://elshamnewsservice.blogspot.com/2010/04/bmp-puncak-papua-telah-terbentuk.html

Di yahukimo, Alapia yalak di pilih oleh masyarakat untuk ketua LMA. (bukan LMA dari Indonesia) Pada tahun 2009, di adakan pertemuan para ketua LMA di seluruh tanah Papua dengan pemerintah Jakarta (dalam bidang otonomi khusus) di kantor gubernur papua di dok ii jayapura. Ones Pahabol, bupati yahukimo, memberikan uang jalan kepada Alapia Yalak sebesar Rp. 50,000,000,00,- (lima puluh juta rupiah).

Ones pesan kepada Alapia bahwa; saya memberikan anda uang jalan, dengan harapan bahwa perwakilan masyarakat Yahukimo kamu bicara dalam forum pertemuan nanti. Anda ikuti saja, jangan tolak. Jika anda ikuti semua pikiran pemerintah, (mendukung otsus) saat anda kembali anda akan menerima lebih dari sekarang. Pesan Ones.

Alapia sudah terbang ke jayapura dengan menggunakan jaza penerbangan Trigana Air. Beliau langsung menuju ke Dok II, kantor gubernur. Disana sudah ada peserta lain (para ketua LMA dari kabupaten lain di Papua) yang lebih duluh menunggu yang lain. Saya di sambut baik, kami adakan pertemuan disana. Kami lakukan pertemuan dalam pengawalan Intel, kopasus dan polisi. Di pintu masuk tempat kami pertemuan sekitar 5 lapis. Walau demikian, kami lakukan pertemuan.

Ada sekitar lima orang nara sumber ada disana. Mereka bahas seputar otonomi khusus. Mereka siapkan sebuah belanggo khusus untuk kami tandatangan. Mereka bilang setelah tandatangan menerima uang cape. Sekitar milyaran sampai triyunan rupiah tersedia di depan meja.

Mereka bilang jika kamu minta merdeka, kamu tidak bisa menerima uang. Kalau kamu mendukung otsus kamu terima.

Saya mintah waktu, saya kasih tahu mereka dalam forum itu; Bapa-bapa yang terhormat, kamu sudah cukup tipu orang tua kami di era 60-an. Sekarang kamu tidak boleh tipu kami, saya Alapia Yalak ketua LMA kebupaten Yahukimo. Bukan pemerintah yang pilih saya, saya dipilih dari masyarakat untuk masyarakat. Bapak-bapak kasih saya uang tapi masyarakat disana mereka mau Merdeka.

Di depan sejumlah pejabat NKRI, dan di depan para ketua LMA, di depan intelijen saya tandatangan untuk Papua Merdeka. Jelasnya.

Saat saya tandatangan situasi agak tegang. Teman saya ketua LMA Timika, saya tinggalkan tas dan semua barang bawaan dengan nomor HP saya sama dia. Saya pegang uang 5000.000,- (lima juta rupiah) untuk uang taksi, saya ke kamar mandi. Saya keluar lewat jendela toilet, tembus jalan yapis. Saya pakai taksi hilang (pulang).

Polisi, inteligen, brimob dan kopasus mereka jaga saya di pintu keluar. Recananya mereka akan tangkap saya ketika saya keluar. Mereka tidak menemukan saya, mereka bingung, dimana Alapia?

Keesokan harinya, teman saya ketua LMA Timika telphon saya. Dia mau bawa barang saya, yang saya tinggalkan di kantor gubernur di jayapura. setelah lolos dari ancaman penangkapan bahkan kemungkinan penculikan, saya tidur di sebuah tempat di sentani.

Saya tandatangan untuk Papua Merdeka, semua yang lain tandatangan untuk otonomi khusus. Mereka yang tandatangan untuk otsus di lindungi aparat, saya karena tandatangan untuk Papua merdeka dan menolak tawaran akan diberikan triyunan rupiah, semua pihak incar saya, mulai polisi, intelijen dan bupati yahukimo, ones pahabol.

Ones Pahabol, perintahkan agar polisi segera tangkap saya, namun hal itu tidak terjadi.

Informasi tersebut sudah sampai di telingah para activist Papaua Merdeka, pada besok harinya ketua LMA, Timika telphon dan beliau antar barang saya di sentani. Menjelang beberapa jam kemudian, Bucthar Tabuni, yang waktu itu ia sebagai Badan pengurus Pusat Ketua Umum Ketua Komite Nasional Papua Barat (BPP-KNPB) menggerakan sekitar lima truk massa dan jembut saya di sentani.

Rakyat bangsa Papua yang di kordinir Buctar Tabuni, bawah saya ke Abe, disana warga lain sudah ada yang siap untuk barapen, saya dijemput dengan tarian adat wamena, Kami acara disana.

Waktu itu polisi jaga saya di bandara sentani, mereka edarkan rekaman video dan gambar saya yang mereka (polisi) rekam di kantor gubernur saat saya tandatangan Papua Merdeka dan menolak Otsus. Dari ratusan para ketua LMA di provinci Papua dan Papua barat waktu itu orang yang menolak Otsus itu saya (Alapia), dan teman-teman saya semua mereka tandatangan untuk menerima otsus.

Hal ini yang beliau (Ones Pahabol) marah sekali dan kita jadi musu sampai sekrang. Karena saya tidak ikuti kemauan ones. jelasnya.

Insaran kedua polisi:

Pada tahun 2009, dalam pemilihan kepala daerah (pilkada) pada kabupaten yahukimo terjadi perebutan jabatan dalam pilkada tersebut. Abock Busup bersaing beratnya dengan Ones Pahabol. Dalam pildaka tersebut hasil perolehan suara dari lapangan suara yang unggul ialah Abock Busup. Dalam persaingan yang ketat, kemudian persoalan pilkada di bawah ke Makama Kontitusi (MK) di Jakarta. Pada suatu malam kira-kira jam 8, pada tahun itu, hasil keputusan MK akan di umumkan rencana.

Pada pukul 8:00 (PM) waktu Papua, hasil diumumkan dari hasil keputusan MK tersebut yang menang di MK adalah Ones Pahabol. Dalam momen tersebut ada sejumlah kelompok dan elit yang punya kepentingan dalam bikrasi memainkan peran masing-masing.

Ada sekelompok orang terlati khusus (OTK) melakukan kebakaran kantor bupati di Yahukimo. Kantor tersebut terbakar habis dengan tanah, kebakaran itu terjadi pada waktu yang sama dimana MK mengumumkan hasil keputusannya yang ditayangkan melalui TV-ONE dan MetroTV pada pukul 08:00 di tahun 2009.

Dalam kasus tersebut Alapia Yalak di duga kuat sebagai pihak atau actor dalam kebakaran tersebut. Polisi dari polres Yahukimo melakukan penangkapan terhadap Alapia Yalak, dia ditahan di sel. Selama sebulan Alapia di tahan dan dari hasil pemeriksaan yang dilakukan penyidik polisi dari polres Yahukimo usai di tangkap belum ada pembuktian yang kuat untuk menjerat dia sebagai tersangka dalam kasus tersebut, polisi belum mengantongi bukti dan saksi. Atas desakan Ones Pahabol, kapolres mau bawah Alapia ke Polda Papua di Jayapura. Usman, (Kapolres yahukimo, waktu itu) melihat tidak terbukti untuk menjerat Alapia sebagai tersangga. Sehingga Kapolres yahukimo (Usman) pada pukul 1:00 PM. Keluarkan Alapia dari sel.

Walaupun tidak ada bukti dan saksi, kemudian pihak Ones yang merasa di rugikan dalam kebakaran Kantor Bupati kerugiannya mencapai triyunan rupiah, memaksa kapolres untuk menerbitkan surat Daftar Pencarian Orang (DPO) terhadap Alapia.

Walaupun tidak ada bukti dan saksi baik dari hasil olah TKP, maupun informasi dari masyarakat terkait keterlibatan Alapia dalam kasus tersebut. Atas paksaan Ones Pahabol, kapolres umumkan Alapia sebagai DPO dalam kasus tersebut.

Alapia kemudian sembunyikan diri di daerah pedalam selama dua tahun, walaupun dia bukan pelaku. Pada tahun 2013, di suatu acara di Korupun Alapi memintah Maaf kepada Ones secara adat dan massa DPO Alapia sudah habis.

Insaran ketiga Polisi:

Pada 21 Mei 2014, polisi dari polres Yahukimo melakukan pemukulan hingga babak belur Lendeng Omu di pertigaan pemukiman jalur satu. Omu, di tendang dengan sepatu laras, secara bergantian di pukul dengan popor senjata. Kasusnya ialah, Omu yang waktu itu sedang mengojek senggol seorang ibu pedagang kaki lima, saat kerjadian ada dua orang polisi Papua asal Pantai di sekitar TKP, polisi mereka tidak mengarakan kedua belah pihak untuk penyelesaianya secara adat. Polisi melakukan pemukulan secara sewenang-wenang. Tidak sampai disitu, kedua polisi tersebut telphon polisi lain lagi dari polres.

Satu kompi (sekitar 32 orang) polisi di kerakan dari polres yahukimo menuju TPK, salah seorang warga jawa yang selalu pantau kegiatan Aktivist papua Merdeka di wilayah tersebut berkata kepada polisi, dia (Omu) itu anggota KNPB, polisi menangkap Omu dan di bawah ke polres untuk menjalani hukuman. Kamu ini anggota KNPB toh? Kamu yang membuat kekacauan disini toh? Kamu mau merdeka? Tanya polisi kepada Omu, berkali-kali.

Ibu yang di senggol itu tidak ada luka sama sekali, dia hanya terjatu dari sepeda, persoalan tersebut setidaknya diselesaikan secara adat dan tidak dibawah ke arena hukum, namun polisi tanggap dan bawa omu ke kantor polisi.

Ibu tersebut kemudian di ketahui bahwa dia adalah istri Polisi. Ia sengaja di pasang sebagai pedagang kaki lima, untuk menjadi spionase di antara warga masyarakat. Omu sudah di tahan, berita tersebut beredar dengan begitu cepat di kalangan masyarakat. Sejumlah warga yang tidak terima dengan perlakuan busuk polisi melakukan perlawanan dengan cara membakar rumah (barak) polisi yang terletak di Jalan Halabok.

Polisi menduga, Alapia terlibat dalam kasus kebakaran barak polisi. Dugaan tersebut polisi tidak membuktikan.

Wilem, salah seorang saksi saat ditanya yalivoice menjelaskan kejadian tersebut, “Kejadian kebakaran barak polisi terjadi pada pukul 11:00 AM, (waktu Papua) walaupun kejadian kebakarannya terjadi pada siang hari, polisi tidak  ada yang tanggap basa satupun pelaku saat kejadian, semua OTK setelah bakar rumah mereka hilang di antara hutan. Kami tidak hapal mereka baik, mereka pasukan, mereka datang tiba-tiba, setelah bakar mereka menghilang. Jelasnya.

Busup, salah seorang keluarga Alapia saat ditanya, apakah kejadian kebakaran barak polisi Alapia terlibat dalam kasus tersebut? Busup membantah hal itu; hanya dugaan polisi, kejadian itukan siang hari, posisi Alapia di kebun waktu itu. kami juga dengar dari masyarakat tentang kerjadian itu. dan pak Alapia tidak ada disitu. Jelasnya.

Meskipun polisi tidak mempunyai bukti apapun terkait ketelibatan Alapia dalam kasus kebakaran polisi, mereka tetap insar Alapia sebagai actor dalam Kasus tersebut.

Di tempat terpisah Roy salah seorang warga yang juga saksi menjelaskan; Kejadian kebakaran itu dilakukan sebagai perlawanan atas tertanggapnya Omu. Emosi masyarakat di lampiaskan dalam kebakaran itu, mereka (warga) sebenarnya mau serang polisi tapi karena semua polisi mengunsi di Polres dan disana mereka dalam posisi siaga sehingga warga bakar barak polisi. Dua senjata api (senpi) jenis M 16 dengan sejumlah amunisi ikut terbakar. Jelasnya; Disini membuktikan bahwa Alapia tidak terlibat dalam kasus tersebut.

Insaran keempat polisi:

Pada 2 juli 2014, lagi-lagi terjadi kebaran pemukiman di jalur satu. Kejadian itu terjadi pukul 1:00 PM,

Salah seorang saksi namanya tidak dimediakan yang tinggal di jalur dua menjelaskan; “kebakaran pemukiman jalur satu pukul 1;00 PM, sampai jam 24, kami tidak tidur karena semua intelijen gabungan dengan polisi main judi dan minum mabuk di jalur satu. Tepat jam 1 tertengar suara ledakan. Ledakan tersebut berasal dari sebuah derem, yang disimpan oleh orang jawa. Derem itu ada bensin, jadi dari situ api melebar hingga ludes terbakar. Jelasnya

Pada 30 mei 2014, saat Yalivoce bertemu dengan Alapia dan ketika ditanya soal kebakaran pemukiman jalur 1, ia mengatakan; saya juga kaget, waktu itu saya tidur dengan keluarga di Patriot (jl telkomsel) kami semua keluarga lengkap di rumah dan saya tidak tahu tentang hal itu dan pelakunya juga belum tahu, mereka dari kelompok mana? Apakah polisi yang waktu itu minum dan main judi yang bakar karena kala judi atau apa? Saya belum tahu tapi saya dengar cerita begitu. Jelasnya.

Kasus ini polisi sengaja bakar. Untuk membuktikannya; kebakaran itu terjadi pada jam 1 malam, polisi dan intelijen sedang main judi dan minum mabuk di arena jalur 1, kenapa tidak ada pelaku yang mereka tangkkap? Jam 1 malam itukan biasanya semua tidur sono, kenapa semua orang selamat? Kenapa tidak ada korban jiwa?

Saya masih ingat; pada bulan mei 2013, Saya dan Sengber Bahabol (ketua KNPB Yahukimo) kami bertemu dengan intelkam yahukimo Budi di kantornya di polres Yahukimo, tujuan kami kesana untuk memberikan surat pemberitahuan aksi. Waktu itu Budi sembat bilang begini, “setiap polisi di Papua tidak mau bertugas di Yahukimo, karena yahukimo itu daerahnya tandus. Mereka mau tugas di Puncak Jaya dan Timika.

maksud Budi itu terjemahannya begini :

di yahukimo tidak ada proyek TNI/Polri jadi tidak ada anggaran tambahan. Polisi tidak mau kesini, mereka mau kejar uang besar. Di Puncak Jaya dan Timika itukan ada proyek TNI/Polri. Itu, penembakan di Puncak Jaya dan Timika. Ketika ada penembakan Jakarta tambakan anggaran polisi.

Dari pengertian tersebut di atas sangatlah jelas bahwa sejumlah kasus di yahukimo adalah proyek TNI/Polri.

KESIMPULAN:

Dari empat kali insaran polisi tersebut sangatlah jelas bahwa; satu dari tiga kasus kebakaran itu belum ada bukti maupun saksi yang kuat dan bahkan hasil olah TKP tidak membuktikan.

Indikasi kuat bahwa; Alapia Yalak di tangkap dengan kasus penandatangan Papua Merdeka dan Menolak Otonomi Khusus (Otsus) di kantor gubernur porvinci Papua pada 2009 lalu.

Alapia dari polres yahukimo sudah kirim ke polda Papua untuk menjalani proses hukum. Hingga berita ini di tulis, belum ada keterangan dari pihak keluarga tentang porses hukum. Doc.ES@//

Identitas Korban penanggapan :

Nama               : Alapia Yalak        Picture1 - Copy

Umur               : 35 Tahun

Jenis Kelamin : Laki-laki

Pekerjaan          : Kepala Suku Besar Yahukimo

Suku Bangsa       : Kimyal – West Papua

Status                   : Kawin

Kasus                    : Ia di tangkap atas kasus penandatangan Papua Merdeka                                  dan Menolak Otsus di kantor gubernur Papua, Jayapura.

Tempat Penahanan : Polda Papua di jayapura

P1030432 copyNama             : Lendeng Omu

Umur               : 20 Tahun

Jenis kelamin : Laki-laki

Pekerjaan       : Anggota KNPB Yahukimo

Suku Bangsa   : Kimyal-West Papua

Status             : Belum Kawin

Kasus               : Sengkol pedagang kaki dalam alasan itu polisi membawa

Omu dalam arena hukum karena dia activist KNPB

Tempat penahanan : Kapolda Papua

Berikut Fhoto Warga Meminta Kapolres Minta di Bebaskannya Kedua Korban

P1040443

P1040447

P1040449

P1040454

P1040496

Kapolres Diminta Bebaskan Alapia Yalak|Link Video :http://www.youtube.com/watch?v=lfgdY2nN-9Y

Komentar Yali Voice

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s