Tanpa Bantuan Militer Asing (Tentara Bayaran) Militer Indonesia Tak Ada Nilainya Bagi TPNPB


kopasus pembebas para sandera Mapinduma 1996

kopasus pembebas para sandera Mapinduma 1996

Walau militer resmi dan terlati Militer Indonesia hanya menang kwantitas. Hal tersebut tersebut terbukti dalam dua peristiwa di Papua,   pemerinta dan militer NKRI gagal membebaskan para sandera dan menurunkan Bendera Bintang Kerjora. Untuk membuktikannya silakan simak berikut ini.

Sandera Mapinduma, oleh Yudas Daniel Kogoya dan Kelly Kwalik 8 Januari 1996.

Kelly Kwali

Kelly Kwali

Perjuangan Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat – Organisasi Papua Merdeka  (TPNPB/OPM)  melalui penyaderaan yang mendapat pengaruh politik  yang luas dan menjadi perhatian dunia internasional terjadi pada 8 Januari 1996. Aksi penyaderaan ini di pimpin oleh Yudas Daniel Kogoya yang menyandera 24 anggota team ekspedisi Lorenz di wilayah Mapinduma, Wamena.

Beberapa hari kemudian 12 orang dibebaskan sedangkan 15 orang termasuk 7 orang di antaranya warga Negara asing di tahan. Karena pihak pejuang pembebasan Papua Barat dinilai mempunyai nilai politisi yang tinggi.  Penyandera ini komando selanjutnya diambil ahli oleh Kelly Kwalik yang berpendidikan dan mempunyai pengalaman perang kerilya untuk publikasi internasional dan menyatakan bertanggung jawab atas penyanderaan tersebut.

Dalam penyanderaan ini menuntut demiliterisasi dan penghentian program-progran pemerintah indonesia yang bersifat depulasi penduduk. Namun demikian tuntutan inti dai pihak OPM adalah menuju dekolonisasi Papua Barat dari penjajahan Indonesia. Penyanderaan ini memakan waktu selama empat bulan dan pembebasan persuasive yang melibatkan pihak gereja dan ICRC tidak membuahkan hasil yang akhirnya frustrasi dan menyatakan mengundurkan diri.

Pemerintah dan militer Indonesia tidak mampu membebaskan para sandera dari tangan para pejuang Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB-OPM) yang berasal dari pegunungan tengah Papua Barat ini. Akhirnya pemerintah Indonesia melibatkan tentara bayaran inggris dari kesatuan Special Air Sevice (SAS) dan Special Operatio (SO-1)  dai inggris. Tentara Indonesia juga melibatkan tentara bayaran dari  organisasi Executive Outcomes (EO) dai Afrika Selatan, setelah ICRC frustrasi gagal membebaskan sandera.

TPN pimpinan Kelly Kwalik menembak jatu dua Helikopter yang mangangkut militer indonesia di Mapinduma 1996

TPN pimpinan Kelly Kwalik menembak jatu dua Helikopter yang mangangkut militer indonesia di Mapinduma 1996

Pihak Tentara Pembebasan Nasional  Papua Barat berhasil menembak jatuh dua helicopter yang mengangkut pasukan militer Indonesia. Akhirnya pada 15 Mei 1996 para sandera dibebaskan dengan jumlah anggota yang lengkap. Belakangan diketahui bahwa dua orang sandera dinyatakan terbunuh oleh pasukan siluman buatan militer Indonesia. Jadi sekali lagi dua orang sandera yang terbunuh bukan dai pihak OPM tetapi oleh pasukan militer Indonesia. Berbagai aksi penyanderaan yang dilakukan OPM pada intinya mencari perhatian dan dukungan dunia internasional terhadap  eksistensi perjuangan untuk  mencapai kemerdekaan Papua Barat.

Pengibaran Bendera BINTANG KEJORA di kota baru Mulia oleh Okiman Wenda 1 Juli 2013

BK yang berkibar 1 juli 2013 di kota baru Mulia Puncak Jaya,

BK yang berkibar 1 juli 2013 di kota baru Mulia Puncak Jaya,

Peristiwa pengibaran bendera Bintang Kejora oleh kelompok Okiman Wenda di kota baru Mulia Puncak pada perayaan 1 juli 2013, pemerintah dan militer Indonesia tidak mampu menurunkan bendera tersebut. Warga yang turut menyaksikan kegiatan perayaan 1 Juli di kota baru Mulia Puncak, mengatakan “pihak pejuang (TPN-OPM) mengibarkan bendera di tengah-tengah kota, pihak TPN sebelum melakukan pengibaran bendera tersebut, mereka lebih awal melakukan penembakan ke udara, akhir militer Indonesia yang bertugas di Mulia takut dan trauma untuk masuk menurunkan bendera tersebut.

Bendera berkibar pada pagi hari (07.00-16.00). pihak TPN mereka nekat masuk kibarkan  BK di tengah – tengah militer. Saksi mata menjelaskan geografi daerah, di sebelah utara terdapat sebuah gunung, bagian bawa gunung itu ada Markas TNI AD, di bawahnya Markas TNI, AU, di bagian Barat gunung itu ada pos TNI AD juga, kemudia di bagian kota ada Kapolres Puncak Jaya, ada Brimob dan banyak tempat kopasus dan densus 88. Pihak TPN masuk mengibarkan BK di tengah – tengah mereka (Militer NKRI) namun militer tak berbuat banyak, mereka memili mundur dan tidak berhsil menurunkan BK tersebut. BK kemudian d turunkan oleh pihak TPN pada sore hari. Jelas, sambil tertawa…

Saran : Kalau pemerintah dan militer Indonesia,  Vs  TPNPB merasa diri laki-laki dan hebat,  caranya begini  “kalian baku bagi senjata dan perang di lapangan terbuka”  soal menang atau kala itu soal biasa dalam sebuah pertandingan tapi nanti wasit akan melihat hasil akhir.

Tidak main bayar, tidak melalui pendekatan persuasive, tidak melalui spionase-spionase NKRI di West Papua dan tidak melalui pendekataan apapun, kalian akan lawan murni militer dengan militer…

Komentar Yali Voice

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s