Para Infiltran & Infiltrasi Spionase NKRI Merajalela di West Papua


Para Infiltran & Infiltrasi Spionase NKRI Merajalela di West Papua

Pada masa – masa kini banyak anggota kelompok Infiltrasi – Infiltrasi yang di motori oleh Infiltran Neraka Kesatuan Republik Iblis  (NKRI),  yang mana telah menjadi pegawai di pemerintah Papua dan Papua Barat di Papua Barat. (sorong to Samarai)

 Kelompok infilran ini membuat banyak organisasi yang bekerja di bawah tanah (Rahasia), yang pada prinsipnya mengkampanyekan keutuhan NKRI dan atau keberadaan NKRI atas tanah dan bangsa Papua.

Misalnya :

Komite Nasional Pemuda Indonesai (KNPI) Barisan Merah Puti (BMP), Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Militan Mahasiswa Papua (MMP) Lembaga Missi Reklasseering Republik Indonesia (LMR-RI)   yang beranggotaan hampir mayoritas penduduk lokal Papua orang – orang pantai dari Sentani, Mamberamu, Jayapura, Keerom  dan sebagainya yang murahan, yang telah berhasil suci otak oleh infiltran – infiltran dari Ambon, Jawa, Sumatra, Kalimantan, Jakarta dan lain lain. Di dalam organisasi ini orang – orang sentani  memainkan peranan penting.

 Definisi kata infiltran adalah :

Kelompok orang yang di tugaskan oleh Negara, yang mana menjadi pegawai negeri sipil, atau kerja tenaga swasta seperti guru – guru, mantra,  pelayanan gereja dan lain – lain, dengan dalih bahwa kami sama – sama orang Kristen dan dengan dalih lainnya.  Kelompok infiltran adalah spionase para penjajah, untuk tujuan melakukan kegiatan mata –mata serta mensuci otak pada orang – orang bangsa lain yang hidup di bawah penjajahan.

 Notes :

Hal ini terbukti di Papua dan sedang di saksikan. Oleh karena itu jangan percaya kepada pendeta – pendeta,  guru – guru, pegawai  negeri sipil, petugas gereja dan swasta dari orang Melayu yang melakukan infiltrasi – infiltrasi di Papua, terhadap orang – orang indigenous people dan lebih focus para infiltran ialah kepada orang Papua murahan dari Pantai, (Sentani, Jayapura, Mamberamu dan Keerom)

Lembaga Missi Reklassering Republik indonesia (LMR – RI) yang telah didirikan oleh Tubagus Ibnu Fadjar Gunadi sejak 18 Agustus 1945 sejalan dengan isi proklamasi NKRI, 17 Agustus 1945.  Tubagus Ibnu Fadjar Gunadi, deklarasikan deklarasi pertama LMR-RI, pada 17 Agustus 1946 bertempat di Jl. Merbabu No. I Yokyakarta.

  Lembaga tersebut, kini sudah ada di Papua.  Di Jayapura didirikan oleh para infiltran awal Februari 2013. Komandan Komisariat Wilayah Papua LMR-RI Iman Safri,i,  ia melakukan banyak kegiatan yang sifatnya mempropokasi warga indigenous people di west Papua. Iman Safri,i telah berhasil mensuci otak ondoafi, keselo, ondofolo, kepala suku di seuluruh tanah Papua. Tokoh gerejapun turut serta dalam lembaga LMR-RI. Khusus di Sentani tokoh adat dan gereja berperan aktif dalam lembaga tersebut.

Mereka yang melakukan pembentukan organisasi perlawanan seperti Barisan Merah Putih (BMP), Lembaga Missi Reklasseering Republik indonesia (LMR-RI) Lembaga Masyarakat Adat (LMA) nama mereka itu menjadi catatan khusus bagi Rakyat Papua, apabila suatu saat nanti Papua Bebas (Merdeka) nasib mereka sama seperti nasib suku Tutsi di Rwanda – Afrika,  Dan warga Timur Leste pro NKRI.

 Perlu ingat…..!!!!

Warga Timur Leste pro NKRI di bawa pimpinan Ericho Quteres Cs mereka mati-matian mendukung NKRI. Mereka mengkhianati perjuangan suci warga pro – kemerdekaan di Timur Leste. Warga Pro – Kemerdekaan di Timur Leste memenangkan Referendum 1999. Warga pro-kemerdekaan tidak menginginkan Ericho Quteres Cs dan para pengikutnya tinggal di Timur Leste.

 Ericho Quteres Cs dan para pengikutnya berpikir “Kami mendukung NKRI, tentu NKRI siapkan apartemen bagi mereka. Ericho Quteres Cs sampai di Jakarta, tidak ada tempat yang layak bagi mereka. Ericho Quteres Cs di kabarkan ada di hotel gratis di Lembaga Cipinang Jakarta, karena dinilai aktor yang melakukan pelanggaran HAM di Timur Leste dan para pengikutnya tersebar di Pulau Papua.

30,000,- orang Timur Leste (pro NKRI) bekerja di Perusahan kelapa sawit di Lere dan yang lainnya tersebar di mana-mana.  Mereka mangaku diri sebagai orang Kupang, Perbatasan Nusa Tenggara Timur (NTT) dan sebagainya.

“Orang-orang di Timur Leste dengan orang Jawa di Jakarta satu rumpun melayu namun pada kenyataannya ketika orang –orang pro NKRI di Timur Leste tidak berhasil mengamankan kepentingan Jakarta, maka Jakarta tidak membutuhkan lagi mereka.

 Rakyat pro-kemerdekaan di Timur Leste mengusir orang – orang yang mendukung indonesia dari wilayah itu, di Jakarta tidak ada tempat bagi mereka sekarang mereka di Papua. Seandainya Papua Merdeka  Mereka akan kemana?

Orang Timur Leste yang mendukung NKRI, mereka satu rumpun Melayu namun Jakarta tidak terima mereka.

 Orang Papua yang mati-matian mendukung NKRI,  bentuk organisasi perlawanan dimana-mana,  mengkhianati perjuangan suci rakyat Papua, yang namanya masuk dalam list black. Silakan clik disini:  http://www.wpnla.net/daftar-black-list/wanted-pro-nkri/  mereka yang namanya masuk dalam list black maupun yang sedang di data oleh  semua  rakyat  Papua  (Rakyat Pro Merdeka)  suka tidak suka, kalian akan mengikuti jejak Timur Leste dan Tutsi di Rwanda – Afrika.

Anda yang mendukung  NKRI mati-matian, perlu anda belajar bahwa para pendukung  NKRI Timur Leste tidak ada tempat bagi mereka di Jakarta jadi mereka tersebar di seluruh tanah Papua.

 Jika anda Orang Papua yang sedang jadi penjilat tai NKRI, anda ingin tinggal dengan NKRI, tempat anda di Jakarta.  Namun disana tidak anda tempat bagi anda. Pesan rakyat Papua bahwa mulai saat ini anda boleh isi tanah di garung dan bawah ke Jakarta. Jika NKRI ijinkan kamu tinggal di salah satu pulau di Jawa, maka kamu boleh buat satu pulau sendiri dan tinggal disana.

 Catatan :

Pada 2012 lalu, Pengkhianatan kecil  dimana Orang Ambon  dan salah seorang pemuda Kampung Yoka Waena, mereka membuat rington yang isinya menghina orang Papua pegunungan. Rakyat Papua dari pegunungan di ibu kota numbay tidak konsolidasi ke semua basis orang gunung dari Yuk-Lere sampai Arso, hanya beberapa orang saja turun dan melakukan aksi balas dan orang – orang di kampung Yoka lari babi dan masuk danau.

 Pada 2012 lalu, terjadi Pemukulan terhadap salah seorang pemuda dari Tolikara oleh orang sentani di depan bilyard di samping Duta Sion pasar lama Sentani sampai terjadi perang suku hampir satu minggu. Hanya orang Tolikara satu kabupaten itupun tidak semuanya orang hanya mereka yang tinggal di Jayapura.

 Orang Sentani di Yahim ketakutan berlebihan dan mereka memintah Polisi, Birimob dan gabungan aparat keamanan untuk menjaga mereka.  Menurut pengamatan penulis, waktu itu orang Sentani khusus di Yahim mereka bisa tenang karena di back up militer. Kalau tridak ada militer mereka bisa danau sebelah semua.

 Peristiwa hampir sama juga di Bambar, Orang – orang Doyo di kampung Bambar pukul salah seorang warga dari pegunungan. Pihak korban mereka tidak terima dengan perlakuan biadab semacam itu sehingga mereka melakukan pembalasan sampai terjadi pembakaran rumah ondoafi di Bambar.

 Untuk melakukan pembalasan atas pengkhianatan, perlakuan biadab orang-orang Pantai terhadap orang Papua pegunung dalam tiga peristiwa tersebut di atas, orang pegunungan pada umumnya tidak perna koordinasi, konsolidasi ke semua basis orang pegunungan. Hanya beberapa orang saja, mereka bisa melakukan aksi balas.

 Orang-orang pegunungan Papua  ini,  walaupun dengan tangan kosong, militer NKRI yang punya alat perang saja biasa lawan.  Orang Pantai dalam tiga peristiwa tersebut mereka bisa aman karena ada anggota keamanan  (polisi)  tanpa polisi mana bisa.  Ini contoh kecil, belum konteks besar.

 Soal esay. Silakan pilih mana yang baik bagi anda

Apakah anda mau jadi Yudas dalam sejarah Tuhan Yesus ?

Apakah anda mau jadi Pasukan Ericho Quteres dalam sejarah Timur Leste ?

Apakah anda mau jadi pasukan penghianatan suku Tutsi terhadap suku Hutu  di Rwanda – Afrika ?

 Apakah anda mau jadi teman sekerja dalam pekerjaan mulia, bersama mereka yang menjalankan missi Tuhan untuk     pembebasan bagi umat yang tertindas di atas tanah Papua ?

  Berikut adalah photo kegiatan LMR – RI

 LMR-RI di back up polisi Indonesia, saat melakukan penjagaan pada acara pengucapan gubernur di lapangan Holandia

LMR-RI di back up polisi Indonesia, saat melakukan penjagaan pada acara pengucapan gubernur di lapangan Holandia

Komandan Komisariat LMR-RI, Iman Safri,i saat memimpin upacara di Jayapura, belum lama

Komandan Komisariat LMR-RI, Iman Safri,i saat memimpin upacara di Jayapura, belum lama
Rein Ayub Felle, ANggota LMR-RI saat mengamankan acara ucarapn syukur gubernur di lapangan Holandia,  April 2013

Rein Ayub Felle, ANggota LMR-RI saat mengamankan acara ucarapn syukur gubernur di lapangan Holandia, April 2013

Iman Safri,i memberikan bantuan kepada seorang warga. pembagian sembako kepada warga merupakan program kapolda dan pangdam yaitu pendekatan persuasuf, tujuan dari pendekataan ini memantau segala aktivitas warga dan mempropokasi warga untuk ikut dengan NKRI

Iman Safri,i memberikan bantuan kepada seorang warga. pembagian sembako kepada warga merupakan program kapolda dan pangdam yaitu pendekatan persuasuf, tujuan dari pendekataan ini memantau segala aktivitas warga dan mempropokasi warga untuk ikut dengan NKRI

 

 

 

Komentar Yali Voice

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s