Karena Anda Jual, Saya Beli


Seringkali kita bertanya dalam hati bahwa : Sahabatku yang masuk rumah sakit kemarin kenapa keluar mayat? padahal sakit yang di deritanya  tidak terlalu para.

Istilah “Karena anda jual,  saya beli” adalah sebuah  kata yang digunakan oleh para kerja sosial di Papua. Sesudah dan sebelum terjadi ada satu pesan bahwa: “Saya secara pribadi secara organisasi maupun  kapasitas sebagai anak negeri bangsa ini mohon kepada setiap orang Papua bahwa “Jangan mengikuti program keluarga berencana KB, jangan bawa istri-suami-anak-keluargamu ke rumah sakit milik kapitalis yang ada di atas tanah ini.  Ibu hamil jangan di operasi, dan sebagainya adalah suatu pesan yang di sampaikan oleh A. Yosua Kossay dalam ibadah umum jemaat Haleluya Yahim pada tahun 2012 silam.

Siapapun dia orang Papua yang masuk dalam daftar merah di NKRI maupun yang tidak,  jika anda sakit, anda masuk di sebuah  rumah sakit milik kapitalisme  yang ada di atas tanah Papua dengan harapan untuk mendapat pertolongan medis. Harapan keluargapun sama dia setelah mendapat pertolongan medis ia akan kembali dalam keadaan bernafas.

 Namun para pelayan kesehatan membunuh pasien orang Papua dengan cara yang sangat sadis  dan keluarga hanya menerima     mayat  kepada  lalu kita bertanya  si A, atau B meninggal apa sakitnya….??? Tidak ada jawaban yang di berikan petugas kesehatan dengan alasan mereka sibuk karena banyak pasien lain.

Salah seorang  mahasiswa UNIYAP yang turun PKL di Dekai pada tahun 2012, mengakui   kurang efektifnya pelayanan kesehatan terhadap publik di Rumah Sakit Dekai. Ia katakan     selama saya PKL di sana saya mendapat luka yang sangat di bagian kaki kanan. Saya  pergi ke rumah sakit Dekai minta obat luka, namun suster  memberikan obat bisul.

Suster, saya minta Obat luka bukan obat bisul, kenapa suster kasih obat bisul? Suster tidak menjawab lalu ia langsung masuk ke ruangan, sehingga saya bantingkan obat itu di depan Rumah Sakit Dekai dan saya bilang suster mereka “Dari pelayanan kalian ini menunjukan bahwa kamu tidak melayani serius. Kalian punya  misi tertentu sehingga kamu di tugaskan disini,  Kalian ini pasti pembunuh.

Saya tidak tahu sama sekali tentang informasi dimana Pihak Rumah Sakit Dekai kerja sama dengan TNI-Polri lalu mereka membunuh 25 orang dengan cara memberikan obat yang tidak sesuai sakit.  Tapi saya bicara begitu, Tuhan kasih tahu saya supaya saya harus bicara itu.

Tahun 2012-2013.  di rumah sakit Dekai Yahukimo Petugas kesehatan kerja sama dengan militer TNI-Pori lalu pihak petugas kesehatan membunuh 25 orang asli Yahukimo.  Pengakuan dari seorang suster  yang terlibat dalam pembunuhan ini.

Karena semua orang Jawa yang bertugas di Papua adalah  Militerisasi non organik jilid II.  Pemberlakuan Trikora 19 Desember  1963 bukan hanya mengirim militer organik, tapi juga militer non organik. Pengiriman petugas sosial dan kemanusiaan dari luar  Papua adalah satu paket kebijakan Trikora 1963.  Kemudian masyarakat non organik (sipil Indonesia) melakukan operasi terselubung. Misalnya merampas harga diri dan identitas orang Papua.

Maka itu gerakan dekonstruksi sejarah tentang kebenaran politik di mulai sejak Konggres Papua II tahun 200 hingga sekarang. Tapi gerakan demikian juga menyandarkan pemerintah Indonesia untuk semakin memperkuat militer non organiknya. Pemerintah mencobah melalui implementasi Otsus dan UP4B.

 Pemerintah  Indonesia  bukan hanya mengirim uang otsus, tetapi juga mengirim masyarakat Indonesia dalam jumlah besar ke Papua. Ada yang bekerja sebagai wanita penghibur di lokalisasi,  menjadi pengojek, menjadi pedagang, membawa miras, diperkerjakan di birokrasi (terutama di wilayah pemekaran) di kirim sebagai hamba Tuhan atau petugas Gereja, di kirim sebagai petugas kesehatan dan juga guru di sekolah-sekolah. Cara-cara itu adalah gerakan militerisasi non organik pasca militerisasi jilid II.

Pengawasan aparat keamanan di perketat melalui pelayanan karya–karya sosial misalnya di bidang kesehatan, pertanian, pendidikan, keagamaan dan sekuritisasi struktur pemerintahan daerah Papua. Cara dan pendekatan seperti itulah humanities seperti itulah yang sangat berbahaya ke depan; sehingga perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap segala siluman dan topeng operasi militer Indonesia di tanah Papua.    Doc.emudai,  Militerisasi Non Organik Jilid II. Edisi Juni 2012. Hal 7 & 17.

Tujuan utama dari  uraian tersebut  di atas hanya satu yaitu setelah  menghangus bumikan rakyat pribumi west Papua mereka akan menguasi  dan menduduki  pulau ini. Jangan heran bila mereka yang bukan militer memperlakukan anda sebagai binatang, karena mereka sedang menjalankan misi negara. Pesan kami bahwa jangan jual diri ke rumah sakit, apotik dsn.

by Eric Suhun

Activist Kemerdekaan Papua Barat

Komentar Yali Voice

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s